Nov 10, 2011 - Renungan, Sosial    No Comments

Guru Ngaji, Berkah Ilahi

Akhir-akhir ini keluarga saya sedang sibuk menyiapkan pernikahan kakak saya, termasuk mendata siapa-siapa sajakah yang akan diundang ke acara resepsi pernikahannya. Ketika saya sedang merinci nama-nama, entah kenapa tiba-tiba saja saya teringat salah seorang sosok yang sangat penting dan pernah hadir dalam kehidupan saya. Dia bukan pacar, teman dekat, bukan pula guru matematika, guru bahasa inggris, ataupun guru sejarah, beliau adalah guru ngaji Al Qur’an saya sewaktu masih kecil, biasa dipanggil Pa Darsa. Perawakannya kurus, wajah tirus, tinggi sekitar 160 cm, mata cekung, dan rambut belah tengah.

Profesi sebagai guru ngaji rasanya bukan dambaan setiap orang, mungkin karena hanya digaji alakadarnya dibandingkan guru-guru les lainnya, padahal profesi inilah yang mendekatkan kita kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa.  Saya pernah mendengar riwayat, di zaman Khalifah Umar bin Khattab, guru ngaji malah dibayar sangat mahal dibandingkan profesi lainnya, sangat berkebalikan dengan saat ini tentunya. Seharusnya guru ngaji itu memang digaji besar, karena dia sudah pasti memberikan suatu ilmu yang mendatangkan pahala. Tapi mungkin uang memang tidak bisa dibandingkan dengan keikhlasan memberikan ilmu, segalanya menjadi tidak berarti lagi dibandingkan ridho Allah SWT. What a best job, isn’t it?

OOT: kata “ngaji” sebetulnya berasal dari kata “mengkaji” yang berarti membaca dan memahami. Akan tetapi kebanyakan masyarakat Indonesia mengidentikkan kata “ngaji” ini dengan belajar membaca Al Qur’an atau membaca Al Qur’an sehingga sering disebut mengaji atau ngaji Al Qur’an.

Dulu ketika kami pindah rumah ke Cimanggu Permai, orang tua saya cukup sibuk mencari nafkah (dalam rangka membangun rumah tangga yang baru tumbuh) sehingga tidak punya cukup waktu untuk mengajari anak-anaknya mengaji Al Qur’an. Pada akhirnya orang tua saya memanggil guru ngaji Al Qur’an atau lebih tepatnya guru yang mengajarkan cara membaca Al Qur’an dengan baik dan benar. Dan guru tersebut adalah Pa Darsa.

Waktu itu Pa Darsa masih menjadi guru TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an) di masjid dekat rumah saya. Beliau biasa datang ke rumah dua kali seminggu untuk memberi pelajaran mengaji kepada saya dan kakak saya.  Beliau hampir tidak pernah absen untuk memberikan pelajaran meskipun terkadang cuaca tidak mendukung dan harus menghadapi kenyataan bahwa beliau memiliki murid-murid yang agak malas seperti kami, hehehe… Kalaupun beliau berhalangan hadir di jadwal yang sudah ditentukan, biasa beliau akan mencari waktu pengganti.

Pelajaran mengaji kami saat itu dimulai dari Iqra I kemudian Juz Amma dan sampai membaca Al Qur’an secara penuh yang dimulai dari surat Al Fatihah. Saya tidak ingat berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga saya mampu membaca Al Qur’an dengan baik, sepertinya sih cukup lama. Biasanya setelah pelajaran mengaji, Pa Darsa akan memberikan sedikit pelajaran mengenai tata cara beribadah atau biasa disebut Fiqh.  Beliau tidak mementingkan seberapa cepat kami dapat fasih membaca Al Qur’an, justru beliau akan terus memaksa kami untuk mengulang dan mengulang kembali apa yang pernah kami baca. Mungkin Pa Darsa mempunyai filosofi “semakin sering besi ditempa, maka akan semakin bagus hasilnya”.

Sempat di satu waktu, saya baru saja pulang sekolah sore hari karena ada kegiatan ekstra yang membuat badan saya terasa sangat letih. Akan tetapi kebetulan hari itu adalah jadwal mengaji. Ternyata Pa Darsa sudah datang lebih awal ke rumah dan sudah menunggu cukup lama. Karena saya sudah merasa sangat lelah, saya langsung berbaring di tempat tidur tanpa menghampiri beliau, berharap ada yang memberi tahu kepada beliau untuk membatalkan pelajaran mengaji hari itu dan membiarkan beliau pulang. Tanpa diduga Pa Darsa masuk  ke kamar saya dan menanyakan keadaan saya. Jelas sekali saya sangat malu waktu itu, dan dengan agak malas saya pun menjelaskan bahwa saya terlalu lelah untuk mengaji hari itu. Tanpa bertanya lebih lanjut, beliau pun menyuruh saya segera beristirahat saja. Kalau dipikir-pikir sekarang, betapa sabarnya beliau menghadapi kami yang malas ini, yang lebih memilih menonton televisi dibandingkan mengaji Al Qur’an, dan malahan saat ini kok timbul rasa bersalah ya karena sering tidak memedulikan beliau.

Hari berganti hari sampai pada saatnya beliau mengakhiri untuk memberikan pelajaran mengaji kepada kami, karena menurut beliau kami sudah cukup baik membaca Al Qur’an. Hal tersebut seiring dengan rencana beliau untuk menikah dan memiliki pekerjaan baru di suatu perusahaan. Di pertemuan terakhir pelajaran mengaji, Pa Darsa memberikan kenang-kenangan kepada saya berupa buku saku mengenai Fiqh, yang menurut beliau bisa dijadikan pegangan bagi saya untuk menjalani hidup ke depannya. Saya sangat menyesal sekali karena buku tersebut sudah tidak saya miliki lagi. Sampai saat ini saya belum pernah lagi bertemu dengan Pa Darsa. Terakhir yang saya tahu, beliau memiliki rumah di daerah Kebon Pedes. Saya berharap di masa mendatang dapat bertemu kembali dengan Pa Darsa, hanya untuk sekedar mengobrol saja atau meminta nasehat kehidupan.

Kepada Pa Darsa, saya mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya karena telah dengan sabar memberikan ilmu yang sangat berharga dan tak terhitung nilainya. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiiinn…

 

Quote: “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, bukan hanya karena pengabdian dan pengorbanannya, tapi juga karena selalu dikenang oleh setiap muridnya dan banyak orang.”

Aug 23, 2011 - cuma iseng, Sosial    No Comments

BANGSA INI BANGSA YANG HEBAT, TAPI …

Hari itu tanggal 19 Agustus 2011, saya sedang berada di salah satu gedung pemerintahan di ketinggian lantai 10, sedang menatap ke perempatan jalan yang masih dihiasi warna dominan merah putih, bendera Indonesia. Tanpa disengaja, lamunan pun melayang memikirkan tentang kehebatan bangsa ini.

Kalau dipikir-pikir ….
BANGSA INI BANGSA YANG HEBAT bukan ?! Hampir setiap tahun mampu mencetak juara-juara olimpiade di berbagai bidang ilmu, matematika, fisika, dll. Meskipun masih banyak masyarakat yang belum mampu baca tulis, belum mendapat pendidikan yang layak.

BANGSA INI BANGSA YANG HEBAT bukan ?! Hampir sepanjang tahun banyak yang jalan-jalan keluar negeri untuk berbelanja, wisata atau urusan bisnis. Meskipun sebagian besar adalah para pahlawan devisa negara alias TKI. Padahal negara kita memiliki keanekaragaman budaya yang tinggi, memiliki potensi wisata, namun tidak terpelihara.

BANGSA INI BANGSA YANG HEBAT bukan ?! Buktinya jalanan di jakarta bertambah macet setiap harinya, yang berarti semakin banyak orang yang memiliki kendaraan. Bukti lain, bisnis properti di mana-mana. Meskipun semua itu mungkin dari hasil kreditan dengan pelunasan jangka panjang.

BANGSA INI BANGSA YANG HEBAT bukan ?! Buktinya banyak orang-orang yang berlomba-lomba untuk menjadi yang paling depan, terlihat dari motor-motor yang selalu berusaha terdepan ketika menunggu lampu hijau menyala. Atau berlomba-lomba paling depan untuk menerima santunan, zakat, dll.

BANGSA INI BANGSA YANG HEBAT bukan ?! Buktinya Mall-Mall dan pasar-pasar selalu ramai dikunjungi masyarakat yang ingin berbelanja, terlebih di saat bulan Romadhon, dijamin susah nyari parkirnya. Meskipun pendapatan per kapita negara ini masih rendah dan APBN kita selalu defisit dari tahun ke tahun.

Tapi sepertinya ada yang salah dengan bangsa ini. Sudah 66 tahun berdiri tapi masih begini-begini saja. Mungkin 66 tahun untuk sebuah bangsa masih tergolong muda barangkali. Dan yang pasti mengurus negara sebesar ini dan se-heterogen ini pastilah sangat sulit, saya akui itu (Udah berasa presiden aja :D ) Jangankan mengurus negara, mengurus keluarga yang merupakan organisasi terkecil dalam kehidupan ini saja sudah pasti sulit.

Kita ambil contoh:
Satu keluarga ingin membeli sebuah mobil baru. Ayah menginginkan mobil Jeep karena biar kelihatan gagah dan bertenaga. Ibu menginginkan mobil sedan karena biar kelihatan elegan. Kakak menginginkan mobil SUV supaya bisa dipakai di mana saja, dan adik menginginkan city car, karena bentuknya yang mungil dan lucu. Kalau semuanya hanya mementingkan egoisme, sampai kapan pun keluarga ini tidak akan pernah memiliki mobil.
Jadi bagimana seharusnya? Solusinya adalah Kompromi alias toleransi, Kasih sayang dan Lapang Dada alias Ikhlas. Kalau ayah mau berkompromi dan bertoleransi, maka ayah akan lebih memikirkan mobil yang dapat dipakai bersama-sama, karena agak tidak mungkin kalau ibu harus mengendarai mobil jeep. Kalau ibu mencurahkan kasih sayangnya, maka ibu akan lebih memikirkan mobil yang muat dan nyaman untuk seluruh keluarga. Dan jika anak-anak memiliki hati yang ikhlas, Insya Allah mereka tidak akan memaksakan kehendaknya. Akhirnya keluarga ini memiliki Kijang Innova yang tetap elegan, bertenaga dan muat untuk satu keluarga.

Mungkin bangsa ini dan yang pasti saya pribadi harus belajar dari kisah tersebut. Membangkitkan kembali jiwa toleransi, rasa kasih sayang dan lapang dada. Supaya apa yang dicita-citakan oleh bangsa ini dapat terwujud, yaitu MENJADI BANGSA YANG LEBIH HEBAT, SEHAT DAN KUAT!

Wallahu alam.

Jul 20, 2011 - cuma iseng, Sosial    No Comments

MASSIVE ADVERTISING, IKLAN, IKLAN, DAN IKLAN

Sebulan yang lalu remote tv saya rusak sehingga dengan terpaksa selama hampir seminggu saya harus menonton dekat dengan televisi agar bisa memindah-mindah channel, atau pasrah menonton salah satu acara dalam waktu yang lama tanpa memindah-mindah channel.

Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 11 malam dan saya masih tergeletak di depan tv sambil menonton film yang ditayangkan oleh salah satu stasiun tv swasta nasional. Seperti yang telah saya sebutkan tadi bahwa remote tv saya rusak, sehingga saya memasrahkan diri untuk menonton iklan-iklan yang muncul selama tayangan film tersebut. Seperti kebanyakan orang, saya pun tidak terlalu berminat dengan tayangan-tayangan iklan yang ada di televisi, di samping mengganggu keasyikan menonton acara yang sedang berlangsung, juga iklan yang ditayangkan kadang-kadang kurang bermutu (no hurt feeling yow..). Tapi entah kenapa pada saat itu iklan-iklan yang muncul menarik perhatian saya, membangkitkan jiwa statistika yang ada dalam diri saya :D

Pertama-tama saya mencoba mengukur durasi total iklan yang ditayangkan dalam satu kali sesi penayangan/jeda iklan. Hasil yang didapat adalah setiap satu kali jeda iklan dibutuhkan waktu rata-rata 5 menit. Kalau setiap iklan berdurasi 15-30 detik, berarti dalam satu kali sesi penayangan terdapat 10-20 iklan. Padahal biasanya kalau sudah jam 11 malam begitu, iklan yang muncul hanya 3-5 saja. Mungkin saat ini situasinya sudah berbeda kali ya, prime time sudah bergeser dari yang semula antara jam 18.00-21.00 menjadi 18.00-23.00. Mungkin itu juga yang menjadi alasan mengapa beberapa sinetron mampu bertahan di televisi hingga larut malam :D Dan dapat dibayangkan jika dalam satu acara terdapat 5-10 sesi tayangan iklan, berarti hampir setengah jam acara tersebut isinya adalah iklan, iklan, dan iklan.

Tidak berhenti sampai di situ, saya pun mencoba menghitung secara kasar iklan apa saja yang sering muncul pada waktu tersebut. Dan hasilnya adalah, jika saya bisa kelompokkan, iklan perawatan tubuh seperti shampoo dan sabun, penyedia layanan telekomunikasi, rokok, dan iklan susu. Iklan-iklan tersebut muncul hampir di setiap sesi penayangan iklan. Sisanya adalah iklan-iklan kecil yang mungkin hanya sekali-dua kali “lewat” (hingga saya pun tidak begitu ingat). Mungkin ini hanya terbatas di waktu-waktu tertentu kali ya.

Karena rasa ingin tahu saya yang semakin tinggi, akhirnya saya mencoba bertanya kepada teman saya yang bekerja di salah satu stasiun televisi swasta nasional terkait penayangan iklan tersebut. Hasilnya cukup mencengangkan. Selama 1 tahun, 1 produk terkenal mampu menghabiskan hampir 300 miliar rupiah untuk belanja iklan, terlebih jika 1 produk tersebut sedang ingin membangun image baru, atau dengan kata lain memunculkan iklan baru. Kalau mau dipukul rata, berarti dalam sebulan saja satu iklan itu bisa menghabiskan anggaran sebesar 25 miliar rupiah atau sekitar 800 juta per hari. Waaaww….. Kemudian dalam 1 tahun tersebut, 1 produk terkenal bisa nongol di tv kurang lebih sebanyak 2000 kali. Sebuah angka yang fantastis bukan?! Mungkin ini yang disebut Massive Advertising, jamannya iklan merajai televisi.

Pertanyaannya, apakah dengan beriklan di televisi secara massive akan meningkatkan penjualan produk tersebut? Menurut saya sih mungkin saja. Kalau urusan laku atau tidaknya suatu produk, rasanya sudah menjadi tanggung jawab bagian sales atau marketing.

Lalu, kenapa perusahaan rela mengeluarkan koceknya sebanyak itu hanya untuk belanja iklan?

Tidak lain supaya produk tersebut dapat dikenal oleh masyarakat luas. Karena jujur saja, saking banyaknya iklan yang ditayangkan, maka akan semakin sulit mengingatnya, untuk itu dibutuhkan pengulangan yang berarti agar suatu produk dapat melekat di ingatan pemirsanya.

Seperti kata pepatah, “Tak kenal maka tak sayang”. Mungkin efeknya dapat tergambarkan sepertinya ini: Ada beberapa produk yang sengaja diiklankan untuk membuat orang penasaran, penasaran ingin membeli tentunya. Dan ketika beberapa orang sudah membeli, maka diharapkan akan terjadi efek yg lebih dahsyat, kalau boleh meminjam kata-kata Malcolm Gladwell, efek tersebut dikenal dengan sebutan efek ketok tular. Orang-orang yang sudah membeli produk tersebut akan mulai membicarakan seluruh aspek, mulai dari kemasan, kualitas, rasa, apapun yang ada pada produk tersebut kepada keluarga, teman, atau bahkan siapapun yang ia temui. Mirip efek bola salju lah, dari kecil bisa jadi besar. Dan bila efek ini bekerja secara efektif, maka bisa dimungkinkan kalau seluruh kawasan akan mengenal produk tersebut. Akan tetapi efek tersebut tentunya dapat terjadi jika ada beberapa faktor penting. Kalau dibahas di sini bisa jadi satu buku, hehehe… lebih jelasnya baca aja Outlier karangan Malcolm Gladwell(ngiklan jg nih, hihihi…).

Kesimpulannya: saat ini dunia periklanan di Indonesia memang baru tumbuh dan berkembang sehingga wajar kalau hal seperti ini bisa terjadi, terlebih dengan ditunjang oleh teknologi komunikasi yang semakin canggih. Tapi yang paling penting ADALAH buatlah iklan yang baik, sesuai dengan akal sehat dan norma-norma yang ada, jangan cuma asal nongol. Mungkin beberapa maksudnya bagus, supaya orang akan selalu teringat-ingat dengan iklan tersebut, tapi kadang-kadang sering menyerempet hal-hal yang kurang baik dan tidak sesuai dengan hati nurani (Maksudnya mah tidak sesuai dengan selera saya kali ya). Hehehe… Kan sayang juga udah bayar mahal-mahal tapi kualitasnya kurang bagus. Dan lebih baik lagi kalau iklan tersebut dapat memberikan pesan moral yang berguna bagi masyarakat, nusa dan bangsa (kaya pelajaran P4 nih, ngomong2 itu barang masih ada ga ya? :D )

Mar 12, 2011 - Lomba Ngeblog, Musik    No Comments

New York Voices, Singing in Harmony

new-york-voices2Minggu, 6 Maret 2011, pukul 13.15 WIB saya bertolak menuju Jakarta dengan menggunakan Innova, sendiri. Gumpalan awan Cumulonimbus1) di ujung cakrawala jalan tol Jagorawi tak menyurutkan keinginan saya untuk menghadiri AXIS Javajazz Festival 2011 di Jakarta International EXPO Kemayoran, Jakarta. Beberapa titik kemacetan sempat membuat kesal, namun pada akhirnya saya sampai juga di Kemayoran pukul 15.10 WIB.

Berbekal tiket Daily Pass yang saya dapat dari memenangkan kuis Blog Competition “AXIS Road to Java Jazz” (AXIS memang GSM yang baik ya! :D ), saya mencoba menghibur diri dan memupus rasa penasaran saya dengan menonton beberapa penampilan artis jazz yang saya kenal. Saat itu kebetulan saya jalan bersama-sama pacar dan dia sangat tertarik untuk melihat penampilan New York Voices. Hmmm…Namanya saja baru saya dengar, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba, toh jazz akan selalu menarik untuk dinikmati secara langsung.

Tepat pukul 19.10 WIB kami berjalan memasuki C1 Hall yang merupakan panggung tempat New York Voices tampil, tiba-tiba saya merasakan suasana seperti memasuki dunia Disney klasik, seperti teringat kembali masa ketika menonton kartun Disney jaman dulu yang kebanyakan diiringi oleh lantunan musik jazz. Seperti itulah kesan yang saya dapat dari lagu-lagu New York Voices, musik sederhana yang dibentuk oleh ketukan swing2) drum, betotan lembut bass, permainan piano yang dinamis dan tiupan saksofon yang menyejukkan, mengalun santai tapi mantap, ditambah harmonisasi suara empat vokalis New York Voices (Peter Eldridge, Darmon Meader, Kim Nazarian dan Lauren Kinhan) yang sempurna, membuat New York Voices sangat enak untuk dinikmati. Bahkan salah satu vokalisnya, Lauren Kinhan, sempat menampilkan kepiawaiannya bernyanyi scat3) sepanjang lagu yang tentu saja mendapat sambutan meriah.

new-york-voices1Pada kesempatan lain Darmon Meader menunjukkan keahliannya meniup saksofon, sedangkan Peter Eldridge memberikan sentuhan manis pada piano yang ia mainkan. Inilah yang namanya totalitas dalam bermusik, tidak hanya bisa bernyanyi, tapi juga mampu menguasai alat musik. Saya beri nilai Sempurna! ;) Tidak heran kalau ternyata mereka telah bermusik bersama-sama selama 23 tahun, dan tentu saja masing-masing personil termasuk grupnya sendiri telah banyak meraih penghargaan. Penghargaan tertinggi yang diraih grup ini adalah Grammy Award walaupun raihannya pada saat itu merupakan kolaborasi dengan beberapa musisi dan orkestra.

Beruntung sekali saya dapat menonton mereka secara langsung (gratis pula :D ), menikmati setiap lagu-lagu New York Voices seperti menikmati sepotong kue yang sangat lezat :)

Salut untuk New York Voices!

1)Cumulonimbus (Cb) is a type of cloud that is tall, dense, and involved in thunderstorms and other inclement weather. Cumulonimbus originates from Latin: Cumulus “accumulated” and nimbus “rain”. It is a result of atmospheric instability. These clouds can form alone, in clusters, or along a cold front in a squall line. They create lightning through the heart of the cloud. Cumulonimbus clouds form from cumulus clouds (namely from cumulus congestus) and can further develop into a supercell, a severe thunderstorm with special features.

2)Swing music, also known as swing jazz or simply swing, is a form of jazz music that developed in the early 1930s and became a distinctive style by 1935 in the United States. Swing uses a strong rhythm section of double bass and drums as the anchor for a lead section of brass instruments such as trumpets and trombones, woodwinds including saxophones and clarinets, and sometimes stringed instruments such as violin and guitar, medium to fast tempos, and a “lilting” swing time rhythm. Swing bands usually featured soloists who would improvise on the melody over the arrangement. The danceable swing style of bandleaders such as Benny Goodman and Count Basie was the dominant form of American popular music from 1935 to 1945.

3)scat singing is vocal improvisation with wordless vocables, nonsense syllables or without words at all. Scat singing gives singers the ability to sing improvised melodies and rhythms, to create the equivalent of an instrumental solo using their voice.

Mar 6, 2011 - Liburan, Musik    2 Comments

Ngopi Bareng Abdul & The Coffee Theory

Sore-sore disaat santai ga ada yang lebih enak selain ngopi. Terserah mau ngopi pake apaan, biasanya sih minum kopi atau teh sambil makan pisang goreng juga udah Mantap! (jadi ngeces nih :D )

Dan sore ini saya punya cara yang lebih mantap untuk ngopi. Dengan berbekal kebab dan es duren yang merupakan kombinasi aneh untuk sebuah acara ngopi :P tapi tetep nikmat, saya melangsungkan acara ngopi di AXIS JavaJazz Festival 2011, makin mantap karena ditemani oleh iringan musik Abdul & The Coffee Theory. hehehe…

Satu lagu yang berjudul Beauty is You semakin menambah kenikmatan  (bahasa iklan banget sih :P ) ngopi di sore hari ini.  Beberapa lagu lainnya yang sebagian besar nge-groove*, seperti Dunia Ini Indah, malahan membuat badan saya ikut bergoyang ke kanan dan ke kiri :mrgreen:   Tidak berhenti di situ,  penampilan dan improvisasi dari masing-masing personil band jelas membuat sisi musikalitas saya terangsang. ahahaha…

Kalau mau tambah mantap, kita bisa ngegunain fasilitas AXIS Lounge, kebetulan nih saya memenangkan satu tiket Daily Pass untuk hari minggu dari AXIS gara-gara ikutan Blog Competition “AXIS Road to Java Jazz”, hehehe… makasih ya AXIS.. *kedip-kedip*

Nah di AXIS Lounge itu terdapat tempat di lantai 2 yang bisa kita gunain buat duduk santai sambil menonton musik live karena ga jauh dari situ terdapat dua panggung yang siap memanjakan para pendengar musik jazz. Tempatnya cukup asyik dan terbuka, angin bertiup sepoi-sepoi, lumayan kan jadi ga perlu AC dan hemat energi, hehehe.. Dan biasanya yang berkunjung ke situ disuguhi snack dan minuman ringan.

Kesimpulannya :  ngopi kali ini MAAANNNTAAAAP!

*) Groove is the sense of propulsive rhythmic “feel” or sense of “swing” created by the interaction of the music played by a band’s rhythm section (drums, electric bass or double bass, guitar, and keyboards)

Feb 28, 2011 - Lomba Ngeblog    No Comments

Santana, I’ll See You at AXIS Java Jazz 2011!

Saya bukan penggemar musik jazz, tapi saya adalah penikmat musik jazz, karena saya suka mendengarkan beberapa lagu jazz dan saya menikmatinya. Sebagai penikmat musik jazz tentu saja saya memilih lagu yang enak didengar seperti Etude by Lee Ritenour, Max O Man by Fourplay yang sering sekali menjadi backsound acara-acara di televisi, atau kata orang Sunda mah easy listening :D

Beberapa minggu yang lalu saya iseng-iseng berkunjung ke alamat www.javajazzfestival.com/2011, ceritanya sih pengen mesen tiket, karena berdasarkan informasi dari teman saya Fourplay akan main di tahun ini, lagipula musik jazz akan selalu menarik untuk dilihat secara langsung, selalu ada kejutan dalam konser-konser musik jazz. Ketika sedang melihat-lihat daftar artis yang akan manggung di Jakarta International Java Jazz Festival 2011, mata saya tiba-tiba tertuju pada satu nama, SANTANA!

Hati saya berkata, “Santana maen jazz?! Sejak kapan?”

Selama ini saya hanya mengenal Mbah Carlos Santana dengan musik latinnya yang kental.

Akibat rasa penasaran saya yang semakin memuncak, akhirnya saya memutuskan untuk mencari tahu lebih dalam tentang Carlos Santana.

santanaMbah Carlos Augusto Alves Santana adalah seorang Mexican American yang lahir di Meksiko 64 tahun yang lalu, itulah mengapa saya memanggilnya “Mbah”, hehehe… Ketenarannya bermulai saat ia membentuk sebuah band dengan nama “Santana” di akhir tahun 1960 hingga awal tahun 1970 dengan mengusung genre musik Rock, Salsa dan Jazz Fusion (ketemu juga nih relevansinya dengan jazz). Sempat mengalami keterpurukan di tahun 1990 dan akhirnya pada tahun 1999 Mbah Santana mulai menikmati kesuksesannya kembali lewat albumnya yang berjudul Supernatural, sebuah album kolaborasi dengan beberapa musisi terkenal seperti Rob Thomas, Eric Clapton, dll. Sampai saat ini si mbah sudah meraup 10 Grammy Awards dan 3 Latin Grammy Awards. Waaaww..!!!! Amazing! Amazing!

Kembali ke Jazz! Saya masih penasaran jazz macam mana yang dimainkan oleh Mbah Santana. Dan tentu saja dengan bantuan mbah gugel ketemulah istilah jazz fusion, jazz yang dimainkan oleh Mbah Santana. Jazz fusion adalah salah satu jenis musik yang memadukan unsur-unsur jazz berfokus pada improvisasi dengan ritme dan groove funk atau R&B, dan diperkuat oleh efek distorsi rock. Atau dengan kata lain, jazz fusion adalah musik rock yang menyisipkan unsur-unsur jazz atau sebaliknya, makanya lebih dikenal dengan nama Jazz Rock. Kalau begini mah ya cocok lah dengan Mbah Santana yang biasa berimprovisasi sepanjang lagu yang ia mainkan. Dan ternyata beliau itu sudah sering manggung di festival-festival musik jazz seperti Montreux Jazz Festival Summer 1971 di Swiss, Kool Jazz Festival 1983 di San Francisco, Jazz Open 1996 di Jerman dan masih banyak lagi.

Sudah tahu latar belakangnya eh malah tambah penasaran nih gimana si Mbah kalau mainin jazz. Kebetulan nih beliau bakal nongol di panggung Jakarta International AXIS Java Jazz Festival 2011 pada tanggal 4 dan 5 Maret 2011 malam Waktu Indonesia Bagian Jakarta, tentunya ga cuma nongol doang dong :D Rasanya saya tidak sabar untuk melihat langsung penampilan memukau Mbah Santana nanti, karena kebetulan juga nih saya seorang gitaris, jadi bisa belajar banyak teknik-teknik improvisasinya, alih-alih siapa tahu bisa main bareng sama Mbah Santana ;) Mudah-mudahan ada yang mau ngasih tiket gratis, hehehe…

Satu lagi nih yang tidak kalah pentingnya, AXIS Java Jazz tahun ini juga bakalan ada banyak acara seru, misalnya AXIS Road to Java Jazz yg memberikan kesempatan bagi anak-anak muda untuk tampil dan menunjukkan kemampuannya bermain musik nanti di AXIS Java Jazz. Ada juga AXIS YouTube Star yang ngasih peluang kita untuk unjuk gigi di YouTube, syukur-syukur bisa ngikutin jejak suksesnya Justin Bieber :D

Oct 31, 2010 - lingkungan, Musibah, Renungan    4 Comments

Lumpur Sidoarjo, Riwayatmu Kini …

Sudah 4 tahun lebih Lumpur Sidoarjo bertahan di antara tanggul-tanggul yang semakin rapuh dan sampai saat ini perlahan tapi pasti masih memuntahkan materialnya memenuhi kolam lumpur. Kini masyarakat di sekitar hanya bisa berharap bencana ini atau lebih tepatnya “kerusakan akibat ulah manusia” ini tidak meluas dan tentu saja berharap akan segera berakhir.

Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) telah mencoba segala cara yang mungkin dilakukan untuk menghentikan semburan lumpur, tapi kenyataannya tak semudah di atas kertas. Sampai saat ini yang bisa dilakukan hanyalah menjaga agar tanggul tidak runtuh dengan menebalkan dinding tanggul, dan menjaga debit lumpur dalam kondisi semestinya dengan mengalirkan lumpur secara berkala ke Kali Porong.

Eh tapiii…ternyata ada yang unik dan aneh looh dari kejadian ini. Berikut ulasannya:

Dua minggu yang lalu (17/10/2010) saya beserta rombongan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan kunjungan ke daerah lokasi Lumpur (catatan: perjalanan dinas resmi ini mah :D ). Keunikan bermula dari perjalanan kami menuju lokasi, sepanjang jalan menuju kantor BPLS kami menemui plang yang bertuliskan ”Wisata Lumpur Sidoarjo”. Seketika dalam hati saya, ”Gokil banget ini! Bencana kok dijadiin tempat wisata??”. Tidak kalah gokil, sesampainya kami di kantor BPLS saja sudah banyak orang yang mengerumuni kami untuk menawarkan jasa ojek berkeliling tanggul lumpur dan sebagian lainnya menawarkan DVD pendokumentasian kronologis kejadian semburan lumpur. Hari gini kok bisa-bisanya ya orang mengambil keuntungan di atas penderitaan orang lain. Aneh, heran, miris, campur-campur deh rasanya.

Namun kemudian prasangka itu perlahan mulai hilang (Mohon maaf sudah berprasangka..) karena berdasarkan informasi dari anggota BPLS, mereka-mereka itu adalah warga sekitar tanggul yang sebagian turut menjadi korban akibat dari semburan lumpur ini. Sehingga pihak BPLS-pun memberikan keringanan kepada mereka untuk dapat mencari nafkah dengan berjualan barang atau jasa di sekitar lumpur, padahal secara keamanan tentu saja tidak diperbolehkan. Hal ini pun terjadi karena ternyata eh ternyata kompensasi atau ganti rugi yang dijanjikan oleh Pemerintah ataupun PT Lapindo Brantas tak kunjung tuntas, belum terpenuhi seluruhnya. Tetapi setelah itu malah muncul perasaan baru, kesal tepatnya. Entah kenapa, mungkin memang tipikal pedagang di Indonesia kali ya, yang seringkali memaksakan dagangannya untuk dibeli padahal kita sudah menolaknya secara halus. Ya tapi mereka juga butuh makan sih ya… Benar-benar dilematis sekali!

Kita hanya bisa berharap dan berdoa semoga Allah menurunkan rahmat-Nya dan kejadian ini akan segera berakhir dan dapat teratasi dengan baik.

lumpur1

lumpur2

Ternyata masih ada tumbuhan yang dapat bertahan hidup di lokasi tanggul lumpur

Sep 21, 2010 - Musibah, Renungan, Sosial    18 Comments

KATEMPUHAN BUNTUT MAUNG

KATEMPUHAN BUNTUT MAUNG adalah salah satu peribahasa dalam bahasa Sunda yang berarti tertimpa sial akibat perbuatan orang lain. Peribahasa itulah yang pantas menggambarkan kondisi saya kemarin sore (20/09/2010) di shelter busway Blok M. Begini ceritanya….

Kira-kira pukul setengah 6 sore saya sedang berada di bus Transjakarta yang mengarah ke Blok M. Tiba-tiba sesampainya di shelter Bundaran Senayan ada seorang anak sekolahan (bukan si Doel Anak Sekolahan :mrgreen: ) laki-laki yang merasa kehilangan hapenya dan kemungkinan dicopet, sontak dia menjadi panik dan langsung melapor ke petugas seraya mendeskripsikan jenis hapenya. Akhirnya setiap penumpang yang akan turun digeledah seisi tasnya.

Selama penggeledahan, temannya si anak sekolahan itu terus-menerus mencoba menghubungi (misscall) hape si anak sekolahan yang hilang supaya ketahuan masih aktif atau tidak. Dan ketika saya menyiapkan tas saya untuk diperiksa, sim salabim…. hape anak tersebut secara ajaib ada di tas saya, di kantong bagian depan. Bukan sulap bukan sihir, memang ini perbuatan tangan jahil (jadi ingat shiver ”si pencuri” dalam kartun Dora The Explorer) yang tidak bertanggung jawab. Kemudian dengan niat baik dan tanpa ragu-ragu, saya serahkan hape itu ke tangan petugas. Tapi apa yang terjadi, jreng jreng…malah saya yang dicurigai dan tidak berapa lama saya sudah terduduk di ruangan petugas pengawas bus Transjakarta.

Saya dan si anak sekolahan mulai diinterograsi, tujuan mau ke mana, ditanya kerja di mana, dimintai KTP dan ditanya posisi berdiri ketika sedang berada di bus dan keseluruhan kronologis kejadiannya. Kami pun menjelaskan semuanya, dan saya meyakinkan petugas pengawas bahwa ada pencopet yang jahil dan memasukkan hape tersebut ke tas saya. Sempat saya emosi karena tiba-tiba ada petugas lain yang bertanya secara tidak sopan tanpa tahu kronologis kejadiannya. Setelah sekitar 45 menit saya ditanyai, kemudian datang seorang Supervisor Keamanan yang bertanggung jawab apabila ada tindakan kriminal yang terjadi di dalam/lingkungan busway. Petugas pengawas pun menjelaskan duduk perkaranya kepada Supervisor Keamanan dengan dukungan dari saksi-saksi teman si anak sekolahan, dan akhirnya disimpulkan bahwa yang terjadi kepada saya adalah sebuah kesalahpahaman, dengan kata lain saya sudah ketempuhan akibat dari tangan jahil sang pencopet. Akhirnya kami saling salaman dan meminta maaf (mumpung masih syawal :) ) dan semuanya bubar jalan. Dari keterangan saya dan para saksi memang ada seseorang yang dicurigai melakukan perbuatan jahil tersebut, tapi apa boleh buat kalau ternyata si pencopet itu lebih lihai, lebih cerdas membangun alibi yang kuat dan lebih tenang dalam menjalankan aksinya sehingga dia bisa lolos begitu saja.

Kejadian ini benar-benar pengalaman pertama seumur hidup saya dan setiap kejadian pasti ada hikmahnya, ada pelajaran terutama bagi saya pribadi. Di mana saja, sekalipun itu tempat yang menurut kita aman (karena berkali-kali petugas meyakinkan saya kalau busway itu tempat yang aman), kejahatan bisa terjadi kalau memang ada kesempatan. Dan tentu saja hikmahnya adalah kita harus lebih waspada terutama di dalam kendaraan umum yang penuh sesak, jangan sekali-sekali mengantongi/terlihat mengantongi hape atau dompet di celana, jika membawa tas sebaiknya digendong di depan, dan selalu memperhatikan sekeliling kita.

Semoga ke depannya tidak terjadi lagi hal-hal yang seperti ini.

Sep 7, 2010 - Renungan, Sosial    4 Comments

Hujan Turun Lagi, Lagi-lagi Turun Hujan

poster-pemanasan-global1Beberapa hari yang lalu saya berbincang-bincang dengan seorang teman mengenai kondisi cuaca di Indonesia yang tidak menentu. Siang hari panas, tapi sore-sore bisa berubah drastis menjadi hujan. Memang terasa sekali di tahun ini hampir setiap hari turun hujan terutama di daerah Jabodetabek. Kebetulan rumah saya di Bogor, dan Bogor semakin mengukuhkan dirinya dengan sebutan Kota Hujan.

Jika dulu dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam khususnya iklim,  yang kita pahami adalah musim hujan berlangsung dari September-Maret dan musim kemarau berlangsung dari April-Agustus. Pelajaran tersebut sepertinya perlu direvisi karena yang kita alami sekarang pada bulan Juni hujan tak kunjung surut, malah semakin tinggi intensitasnya :D
Tentu saja yang dijadikan kambing hitam adalah si “global warming” a.k.a. pemanasan global yang tentu saja terjadi karena campur tangan manusia itu sendiri (termasuk saya :| )

Dari perbincangan dengan teman saya itu, kami menemukan sebuah teori picisan yang mengakibatkan perubahan cuaca saat ini, atau setidaknya yang menyebabkan intensitas hujan terus meningkat sepanjang tahun. Ada beberapa faktor alam yang terlibat, yaitu gas rumah kaca (CO2), matahari, ozon, dan es kutub utara.

Begini teorinya:
Peningkatan kadar CO2 (campur tangan manusia) sebagai gas rumah kaca berakibat terjadinya peningkatan suhu karena gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Bahan kimia kloro fluoro karbon (CFC) (campur tangan manusia) yang biasa digunakan sebagai media pendingin dan gas pendorong spray aerosol, memberikan ancaman terhadap lapisan ozon. Bila dilepas ke atmosfer, zat yang mengandung klorin ini akan dipecah oleh sinar matahari yang menyebabkan klorin dapat bereaksi dan menghancurkan molekul-molekul ozon. Setiap satu molekul CFC mampu menghancurkan hingga 100.000 molekul ozon (wikipedia). Dua faktor utama tersebut yang menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat drastis. Akibatnya es-es di kutub utara perlahan-lahan mencair dan menaikkan debit air laut di seluruh dunia.

Lanjut ke teori kondensasi terbentuknya awan yang melibatkan sinar ultraviolet dan air. Bolongnya lapisan ozon menyebabkan intensitas sinar ultraviolet semakin deras masuk ke bumi sehingga air di permukaan laut lebih mudah menguap. Begitu pula dengan debit air laut yang semakin banyak, maka air yang terkondensasi menjadi awan semakin banyak pula, sehingga peluang terjadinya hujan semakin besar. Itulah mengapa suatu hari yang diawali kecerahan dapat berubah seketika menjadi hujan di sore harinya. Alami bukan?!

Kata orang dulu turunnya hujan adalah suatu keberkahan, tapi saat ini hujan bisa menjadi awal kebanjiran, kesulitan, dll. Tapi hujan akan tetap menjadi berkah bagi orang-orang yang bersyukur.

Bumi telah menyesuaikan diri dengan variabel-variabel alam yang telah mengalami perubahan. Apakah kita akan menyesuaikan diri juga ke arah yang lebih baik? Wallahu alam.

stop-global-warming

Aug 22, 2010 - Liburan, Wisata    No Comments

Mengejar Lumba-lumba di Pantai Lovina

Alarm HP berbunyi cukup kencang, ketika waktu menunjukkan pukul 02.00 WITA. Aku pun terbangun di salah satu hotel di Bali, kemudian berkemas dan bersiap-siap untuk melakukan perjalanan menuju Utara Bali. Rombongan sudah siap di dalam bis yang akan menempuh sekitar 3 jam perjalanan menuju Pantai Lovina. Sengaja kami berangkat di pagi buta karena Pantai Lovina menyuguhkan wisata tersendiri di waktu subuh, melihat sekumpulan lumba-lumba yang muncul berenang ke permukaan di dekat pantai dan hanya terlihat di waktu subuh.

Tiga jam telah berlalu akhirnya bis tiba di Pantai Lovina, langit masih gelap, udara cukup dingin, namun kami sudah harus siap dengan pelampung karena tidak mau ketinggalan momen bersejarah ini :) Menengok jam sudah menunjukkan pukul 5.30 subuh dan Jukung sudah menanti di pesisir pantai, kamipun bergegas. Jukung adalah perahu motor kecil khas Bali yang hanya mampu memuat 5 orang, itupun duduk berbaris, dan di sisi kanan kirinya dipasangi bambu sehingga tidak perlu takut perahunya terbalik.

Jukung-jukung mulai membelah lautan, menjauhi daratan dengan membawa grup kami yang terbagi menjadi tiga grup untuk menuju ke lautan lepas dengan satu pengemudi di masing-masing Jukung. Sesaat terbayangkan dan bertanya-tanya bagaimana nelayan-nelayan bisa melaut di malam hari padahal mereka tidak punya kompas. Kata si pengemudi sih mereka mengandalkan bintang-bintang di langit sebagai penunjuk arah, Cool isn’t it?!

Setelah kurang lebih menjauh satu kilometer dari garis pantai kami mulai melihat samar-samar sirip ikan yang muncul ke permukaan seraya pengemudi memacu Jukung untuk lebih mendekat namun sirip-sirip itu kemudian hilang. Tidak perlu menunggu lama, sirip-sirip itu kembali bermunculan dan kali ini semakin jelas bahwa itu adalah segerombolan lumba-lumba. Tidak mau terlewat momen ini, aku buru-buru mengambil kamera dan mengabadikan si lumba-lumba. Ternyata sulit juga memotret si lumba-lumba yang hanya sesekali muncul ke permukaan. Foto yang aku dapat pun hanya ekornya saja, hehehe…

Tapi lebih dari itu semua ada perasaan yang bercampur aduk, senang, penasaran, takjub dan bangga. Senang karena ini bertambah satu lagi pengalaman, penasaran karena si lumba-lumba malu-malu untuk menunjukkan batang hidungnya, takjub dan bangga karena menjadi saksi salah satu keindahan alam yang dimiliki Indonesia. Ketakjubanku pun bertambah ketika matahari mulai mengintip dari sela-sela Pulau Bali. Seketika memuji Tuhan Yang Maha Kuasa atas Kebesaran-Nya. Benar-benar momem yang tak terlupakan berada di atas perahu di tengah lautan dan menyaksikan matahari terbit yang bersiap memberikan kehangatan. Semoga suatu saat diberi kesempatan lagi mengunjungi Pantai Lovina. Amiin…

Tips: Jika malas menempuh waktu 3 jam perjalanan, bisa menyewa hotel dekat Pantai Lovina sehari sebelumnya :mrgreen:

lovina21

lovina11

Pages:1234»