<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Dunia Milikmu ... juga Milikku</title>
	<atom:link href="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anggiadriawan.dagdigdug.com</link>
	<description>It's all about my world</description>
	<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 12:46:34 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Aku Suka Singkong, Kau Suka Keju</title>
		<link>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/03/05/aku-suka-singkong-kau-suka-keju/</link>
		<comments>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/03/05/aku-suka-singkong-kau-suka-keju/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 11:55:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggi Adriawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[cuma iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Angkatan jadul pasti tau nih judul di atas yang diambil dari penggalan lagu &#8220;Singkong dan Keju&#8221; dan dipopulerkan oleh Ari Wibowo tahun 80an.  
Dalam lagu itu memang diperlihatkan kalau keju dan singkong itu memiliki  kelas yang berbeda, keju makanan kelas atas/konglomerat, sedangkan singkong makanan kelas bawah/rakyat biasa. Asal usulnya juga udah beda sih.
Tapi selaras [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Angkatan jadul pasti tau nih judul di atas yang diambil dari penggalan lagu &#8220;Singkong dan Keju&#8221; dan dipopulerkan oleh Ari Wibowo tahun 80an. <img src='http://anggiadriawan.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify">Dalam lagu itu memang diperlihatkan kalau keju dan singkong itu memiliki  kelas yang berbeda, keju makanan kelas atas/konglomerat, sedangkan singkong makanan kelas bawah/rakyat biasa. Asal usulnya juga udah beda sih.</p>
<p style="text-align: justify">Tapi selaras dengan lagunya, semua itu tinggal masa lalu karena eh karena &#8230; kini sudah ada yang berani menggabungkan keduanya menjadi makanan yang cukup digandrungi yaitu &#8220;Keripik Singkong Keju&#8221; <img src='http://anggiadriawan.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> Siapa pun boleh menikmati, tua muda, kaya miskin, laki-laki perempuan, siapa saja.</p>
<p style="text-align: justify">Kalau dianalogikan dengan kehidupan, banyak sekali rasanya perbedaan-perbedaan yang terjadi di masyarakat seperti si &#8217;singkong&#8217; dan si &#8216;keju&#8217;.  Perbedaan tersebut bisa saja berpotensi menjadi pertentangan dan perpecahan, bahkan pertikaian. Namun perbedaan tidak selalu mengarah ke pertentangan. Kalau kita jeli melihat peluang, maka perbedaan tersebut bisa menjadi sesuatu yang baru, yang enak seperti &#8216;Keripik Singkong Keju&#8217; .  <img src='http://anggiadriawan.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Jika kita mampu menghargai perbedaan sebagai sebuah keanekaragaman yang berdampingan dan menyadari sebagai suatu Sunatullah, maka tidak perlu ada pertentangan, tapi yang ada adalah keindahan. Mengutip kalimat orang bijak, &#8220;Jadikanlah perbedaan itu keragaman yang indah, bagaikan pelangi yang berwarna-warni&#8221;. Indah bukan?! <img src='http://anggiadriawan.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify">Mari kita membuat &#8220;Keripik Singkong Keju&#8221;! <img src='http://anggiadriawan.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center"><img class="size-medium wp-image-45 alignnone" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2010/03/sripik-singkong-keju-300x225.jpg" alt="sripik-singkong-keju" width="300" height="225" /></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=44&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_44" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/03/05/aku-suka-singkong-kau-suka-keju/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sabar</title>
		<link>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/03/05/sabar/</link>
		<comments>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/03/05/sabar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 09:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggi Adriawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.&#8221; (QS.Al-Anfal:46)
Seseorang pernah berkata kalau sabar itu ada batasnya. Betul begitu? Sebetulnya kita sendirilah yang membatasinya, karena sesungguhnya kita tidak selalu sabar dalam setiap hal. Berdasarkan pengalaman, beberapa orang bilang kalau saya orang yang sabar karena mampu melewati beberapa persoalan dengan tenang. Beberapa yang lain bilang kalau saya tidak cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang <strong>sabar</strong>.&#8221; (QS.Al-Anfal:46)</p>
<p style="text-align: justify">Seseorang pernah berkata kalau <strong>sabar</strong> itu ada batasnya. Betul begitu? Sebetulnya kita sendirilah yang membatasinya, karena sesungguhnya kita tidak selalu <strong>sabar</strong> dalam setiap hal. Berdasarkan pengalaman, beberapa orang bilang kalau saya orang yang <strong>sabar</strong> karena mampu melewati beberapa persoalan dengan tenang. Beberapa yang lain bilang kalau saya tidak cukup <strong>sabar</strong> menghadapi permasalahan/orang lain. Memang tiap orang punya persepsi.</p>
<p style="text-align: justify">Sejujurnya saya memang bukan penyabar, sering lebih cepat naik pitam ketika menemui masalah, lebih cepat kesal ketika ada seseorang yang berlainan pendapat, jengkel kalau ada yang tidak menepati janji atau terlambat dari jadwal yang sudah ditentukan, meskipun ada beberapa yang tidak saya ekspresikan.</p>
<p style="text-align: justify">Ya.. betul sekali kalau ada yang bilang saya itu bukan penyabar, karena apa, karena ternyata  saya sendiri benar-benar tidak tahu, tidak memahami dan tidak menguasai ilmu <strong>sabar</strong>, saya terlalu mengandalkan logika-logika saya untuk menilai sesuatu itu benar atau salah. Padahal <strong>sabar</strong> yang sebenar-benarnya adalah mampu menahan diri untuk tetap beribadah kepada Allah, mampu menahan diri untuk menjauhi kemaksiatan, mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sesuai ajaran agama, mampu mengendalikan hawa nafsu, dan tetap istiqomah di jalan yang benar. Jelas sekali bahwa semua itu tidak ada pada saya <img src='http://anggiadriawan.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify"><strong>Sabar</strong> identik dengan keikhlasan. Meskipun orang lain menganggap diri kita  <strong>sabar</strong>, tapi bukan sabar namanya kalau tidak ada keikhlasan dalam hati kita. Saya yang sering mengeluh dan menggerutu, tidak ikhlas mendengarkan kritikan orang, ya jelas sekali tidak termasuk kategori orang <strong>sabar</strong>. Huufff&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify">Haahh&#8230;(menghela nafas) Saya akui ternyata selama ini saya salah, saya terlalu sombong padahal tidak tau apa-apa, terlena dengan kebodohan diri sendiri. Maaf&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">My angel says, &#8220;Now is time to make a change, learn more and try harder to be patient and to be  a better man, and hope tomorrow &amp; then will be better and more&#8230;start the day with your smile <img src='http://anggiadriawan.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &#8220;</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=40&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_40" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/03/05/sabar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Demo or Damn Bro!</title>
		<link>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/03/04/demo-or-damn-bro/</link>
		<comments>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/03/04/demo-or-damn-bro/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 07:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggi Adriawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[ 
Demo oh Demo&#8230;.
Sebelas tahun yang lalu mahasiswa berdemo dan mendapat simpati dari masyarakat sampai ada yang mati. Tapi kini&#8230; Damn Bro! mahasiswa berdemo bukannya dapet simpati tapi cemooh, bikin macet lah, bikin was was, bikin rusuh, pokonya udah ga simpati lagi kaya dulu.
Sebelas tahun yang lalu seribu mahasiswa menduduki gedung DPR dan menyuarakan aksinya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-42" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2010/03/demo-mahasiswa-300x204.jpg" alt="demo-mahasiswa" width="197" height="159" /> <img class="alignnone size-full wp-image-41" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2010/03/205146p.jpg" alt="205146p" width="212" height="160" /></p>
<p><strong>Demo oh Demo&#8230;.</strong></p>
<p style="text-align: justify">Sebelas tahun yang lalu mahasiswa berdemo dan mendapat simpati dari masyarakat sampai ada yang mati. Tapi kini&#8230; Damn Bro! mahasiswa berdemo bukannya dapet simpati tapi cemooh, bikin macet lah, bikin was was, bikin rusuh, pokonya udah ga simpati lagi kaya dulu.</p>
<p style="text-align: justify">Sebelas tahun yang lalu seribu mahasiswa menduduki gedung DPR dan menyuarakan aksinya. Tapi kini&#8230; Damn Bro! kemaren liat di tipi, banyakan wartawan ama polisi daripada massa yang berdemo.</p>
<p style="text-align: justify">Sebelas tahun yang lalu mahasiswa berdemo atas nama rakyat, dan memang diakui. Tapi kini&#8230; Damn Bro! atas nama rakyat yang mana ya?! Toh masyarakat juga udah ga respek.</p>
<p style="text-align: justify">Ada apa dengan semua ini? apakah masyarakat kini tidak percaya lagi dengan mahasiswa yang mengatasnamakan suara rakyat? atau apakah masyarakat sudah tidak respek lagi karena terlalu sering terjadi kerusuhan dan tindakan tidak terpuji lainnya? Entah karena apa, banyak alasannya. Tapi yang pasti masyarakat sekarang tidak bodoh, mampu berpendapat dan menganalisa suatu keadaan. Masyarakat sudah mampu menilai mana aksi yang berlangsung damai dan mana yang mengarah kepada anarki.</p>
<p style="text-align: justify">Demo boleh-boleh saja karena itu merupakan bagian dari demokrasi (kata &#8220;demokrasi&#8221; aja terdiri dari suku kata &#8220;demo&#8221;, hehehe).  Tapi kan sudah ada peraturan yang mengatur kegiatan demonstrasi. Boo ya dihargai gitu loch. Kan kasian juga tuh polisi ga salah apa-apa tapi dilempar-lemparin batu, padahal sama-sama orang Indonesia. Tidak bermaksud menghakimi, karena  dalam setiap aksi bisa saja ditunggangi provokator, tapi cuma berharap aja ke depannya aksi-aksi tersebut bisa berjalan damai tanpa mengganggu kenyamanan dan keamanan lingkungan sekitarnya.</p>
<p style="text-align: justify">Salut tentunya untuk aksi yang berlangsung damai dan tertib, tapi kacrut buat yang suka bikin rusuh.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=43&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_43" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/03/04/demo-or-damn-bro/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Keong dan Cheetah</title>
		<link>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/02/10/belajar-dari-keong-dan-cheetah/</link>
		<comments>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/02/10/belajar-dari-keong-dan-cheetah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 03:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggi Adriawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang kita ketahui, keong (mollusca) mungkin merupakan binatang kasat mata yang paling lamban di daratan. Sebaliknya, cheetah (dari bahasa Sansekerta Chitraka berarti &#8220;berbintik&#8221;) (Acinonyx jubatus) adalah anggota keluarga kucing (Felidae) yang tercepat di antara hewan darat dan dapat mencapai kecepatan 110 km/jam dalam waktu singkat sampai 460 m, dengan akselerasi 0 - 100 km/jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><img class="alignleft size-medium wp-image-39" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2010/02/siput-300x258.jpg" alt="siput" width="159" height="136" /><img class="alignleft size-medium wp-image-38" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2010/02/cheetah-upload-181x300.jpg" alt="cheetah-upload" width="82" height="136" />Seperti yang kita ketahui, keong (mollusca) mungkin merupakan binatang kasat mata yang paling lamban di daratan. Sebaliknya, cheetah (dari <a class="mw-redirect" title="Bahasa Sansekerta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Sansekerta">bahasa Sansekerta</a> <em>Chitraka</em> berarti &#8220;berbintik&#8221;) (<em>Acinonyx jubatus</em>) adalah anggota keluarga kucing (<a title="Felidae" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Felidae">Felidae</a>) yang tercepat di antara hewan darat dan dapat mencapai kecepatan 110 km/jam dalam waktu singkat sampai 460 m, dengan <a class="mw-redirect" title="Akselerasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Akselerasi">akselerasi</a> 0 - 100 km/jam dalam waktu 3,5 detik. Lalu?</p>
<p style="text-align: justify">Keduanya memang sangat berbeda, hidup di komunitas yang berbeda pula. Lalu apa hubungannya? Setelah saya teliti-teliti ternyata memang ada hubungannya. Apa itu? tidak lain adalah sikap bijaksana. Kok bisa? ya bisa saja, namanya juga berasumsi. hehehe&#8230; Mari kita teliti!</p>
<p style="text-align: justify">Keong dengan pergerakannya yang lamban dan harus membawa &#8220;rumah&#8221;nya ke mana-mana, mungkin bagi sebagian makhluk lain akan berpikir kasihan terhadap keong atau sebagian lain akan mencemooh pergerakannya yang sangat lamban, sudah tidak bisa lari masih harus bawa gendong-gendong rumah pula. Tapi apakah keong pernah mengeluh? tentu tidak!</p>
<p style="text-align: justify">Cheetah sebagai hewan tercepat di daratan, mungkin bagi sebagian makhluk akan berpikir betapa hebatnya dia. Tapi apakan dia pernah sombong? apakah dia pernah uring-uringan, marah-marah ketika mangsanya gagal ditaklukkan? tentu tidak!</p>
<p style="text-align: justify">Memang keduanya binatang yang tidak berakal. Tapi apabila kita analogikan terhadap manusia, maka sikap yang mereka ambil adalah sikap yang bijaksana. Keong yang lamban akan tetap berjalan dengan penuh keyakinan meskipun banyak yang kasihan atau mencemoohnya. Cheetah tidak akan uring-uringan kalau tidak mendapatkan mangsanya, justru akan beristirahat untuk mencoba kembali mengejar mangsa-mangsanya yang lain. Bijaksana berarti memahami keadaan, bijaksana berarti mawas diri menyadari bahwa kita makhluk Allah yang kecil (sangat sangat kecil), dan bijaksana sudah pasti berserah diri/bertawakal, menyadari bahwa sudah ada yang menentukan takdir dan jalan hidup setiap makhluk.</p>
<p style="text-align: justify">Di dunia ini pasti ada manusia yang bisa bergerak seperti Cheetah dan harus bertahan seperti keong. Dengan sikap bijaksana tentunya akan menghilangkan senjang di antaranya, sehingga &#8220;keong&#8221; dan &#8220;cheetah&#8221; dapat hidup beriringan, semua orang pun akan mengerti bahwa apa-apa yang kita jalani semata-mata atas kehendak Allah Yang Maha Kuasa. Wallahu alam.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=37&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_37" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/02/10/belajar-dari-keong-dan-cheetah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun Baru, Awal Baru, &#8220;Rejeki&#8221; Baru</title>
		<link>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/02/01/tahun-baru-awal-baru-rejeki-baru/</link>
		<comments>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/02/01/tahun-baru-awal-baru-rejeki-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 09:14:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggi Adriawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[cuma iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Motor baru Alhamdulillah, tuk dipakai di jalan raya&#8221;
&#8220;Ngga keren ga apa-apa, yang penting ada manfaatnya&#8221;  
Alhamdulillahi robbil &#8216;alamin di awal tahun ini saya kembali diberikan rejeki dan kepercayaan oleh Allah untuk memegang kembali motor. Senang rasanya bisa kembali beraktivitas dengan motor lagi, ga perlu nunggu angkot, bisa ke mana-mana kapan aja  
Semoga rejeki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-35" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2010/02/photo-0062-244x300.jpg" alt="photo-0062" width="133" height="163" /><img class="alignnone size-medium wp-image-34" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2010/02/photo-0063-300x230.jpg" alt="photo-0063" width="212" height="163" /></p>
<p>&#8220;Motor baru Alhamdulillah, tuk dipakai di jalan raya&#8221;<br />
&#8220;Ngga keren ga apa-apa, yang penting ada manfaatnya&#8221; <img src='http://anggiadriawan.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify">Alhamdulillahi robbil &#8216;alamin di awal tahun ini saya kembali diberikan rejeki dan kepercayaan oleh Allah untuk memegang kembali motor. Senang rasanya bisa kembali beraktivitas dengan motor lagi, ga perlu nunggu angkot, bisa ke mana-mana kapan aja <img src='http://anggiadriawan.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify">Semoga rejeki kali ini diridhoi oleh Allah dan saya diberikan kekuatan untuk tetap waspada dan lebih berhati-hati, serta selalu berdoa agar tetap berada dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari pencuri-pencuri yang nakal. Amiiinn&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Catatan:<br />
Persiapan sebelum berangkat, cek bensin, cek roda dan cek gembok &amp; rante untuk roda <img src='http://anggiadriawan.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=36&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_36" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/02/01/tahun-baru-awal-baru-rejeki-baru/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Persepsi, Sebuah Perspektif</title>
		<link>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/01/29/persepsi-sebuah-perspektif/</link>
		<comments>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/01/29/persepsi-sebuah-perspektif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 09:15:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggi Adriawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[cuma iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu Persepsi? Persepsi adalah proses pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadap objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan antar gejala yang selanjutnya diproses oleh otak (sumber: Wikipedia)
Apa pula yang disebut Perspektif? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, perspektif artinya n 1 cara melukiskan suatu benda pada permukaan yang mendatar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><span lang="FI">Apa itu Persepsi? <strong>Persepsi</strong> adalah proses pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu informasi terhadap </span><a title="Rangsang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rangsang"><span lang="FI">stimulus</span></a><span lang="FI">. Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadap objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan antar gejala yang selanjutnya diproses oleh </span><a title="Otak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otak"><span lang="FI">otak</span></a><span lang="FI"> (sumber: Wikipedia)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="FI">Apa pula yang disebut Perspektif? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, <strong>perspektif </strong>artinya <em>n </em><strong>1</strong> cara melukiskan suatu benda pada permukaan yang mendatar sebagaimana yang terlihat oleh mata dengan tiga dimensi (panjang, lebar, dan tingginya); <strong>2</strong> sudut pandang; pandangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="FI">Apa hubungannya kedua kata di atas? Jelas berhubungan! Perspektif menghasilkan persepsi. Untuk memperoleh pemahaman terhadap sesuatu (persepsi), tentunya akan melibatkan sudut pandang (perspektif). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt;                     &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><span lang="FI"><img class="size-medium wp-image-31 alignleft" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2010/01/perspektif-300x208.jpg" alt="perspektif" width="312" height="208" />Kita ambil contoh sederhana, Gambar di samping merupakan persepsi yang melibatkan perspektif. Mata A melihat kubus tersebut dari sudut pandang sisi biru sehingga ia dapat berpendapat bahwa kubus tersebut berwarna biru. Mata B melihat kubus dari sudut pandang sisi kuning sehingga ia dapat berpendapat bahwa kubus tersebut berwarna kuning. Begitu juga dengan Mata C. Perbedaan sudut pandang menyebabkan perbedaan pemahaman terhadap kubus tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="FI">Di dunia yang semakin kompleks ini, suatu perkara akan memiliki lebih dari satu sudut pandang yang menimbulkan lebih dari satu persepsi juga. Tingkat pengetahuan akan sesuatu yang berbeda-beda turut andil pula meningkatkan keragaman persepsi. Keragaman tersebut bisa berdampak positif yang berarti bertukar pikiran/pengetahuan, juga bisa berdampak negatif yang berarti perdebatan, pertentangan bahkan perpecahan. Keragaman negatif inilah yang perlu diwaspadai. Kita tidak dapat menghilangkan keragaman ini karena memang sudah Sunatullah, akan tetapi tentu kita dapat mengurangi resikonya. Berikut tip-tip yang bisa dilakukan (jika mau melakukan, hehehe):</span></p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span lang="FI">Belajar melihat/menilai sesuatu dari berbagai sudut pandang sebelum menyimpulkannya;</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="FR">Mau menghargai dan mendengarkan pendapat orang lain;</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="FI">Sering-sering berpikir positif;</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span lang="FI">dan yang terakhir, Bijaksana dalam menyikapi sesuatu.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="FI">Semoga bermanfaat <img src='http://anggiadriawan.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> (kalau ada yang mau menambahkan boleh kok, hehehe)</span></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=32&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_32" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/01/29/persepsi-sebuah-perspektif/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lempar Batu Sembunyi Tangan</title>
		<link>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/01/22/lempar-batu-sembunyi-tangan/</link>
		<comments>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/01/22/lempar-batu-sembunyi-tangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 04:32:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggi Adriawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<category><![CDATA[kereta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Peribahasa itu kini bukan hanya sekedar konotasi, tapi telah menjadi definisi sebenarnya. Dan hasilnya seperti yang bisa dilihat di bawah ini:
 

Foto apakah itu? jawabnya adalah foto lubang pada kaca/jendela gerbong KRL Pakuan Ekspress sebagai akibat dari pelemparan batu oleh seseorang yang menyembunyikan tangannya (nekad, edan, tidak bertanggung jawab). Sampai saat ini, aksi pelemparan tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Peribahasa itu kini bukan hanya sekedar konotasi, tapi telah menjadi definisi sebenarnya. Dan hasilnya seperti yang bisa dilihat di bawah ini:</p>
<p style="text-align: justify"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-29" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2010/01/photo-0027-150x150.jpg" alt="photo-0027" width="197" height="193" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-28" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2010/01/photo-0043-300x240.jpg" alt="photo-0043" width="232" height="193" /></p>
<p style="text-align: center"><img class="size-medium wp-image-27  aligncenter" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2010/01/photo-0018-300x240.jpg" alt="photo-0018" width="237" height="173" /></p>
<p style="text-align: justify">Foto apakah itu? jawabnya adalah foto lubang pada kaca/jendela gerbong KRL Pakuan Ekspress sebagai akibat dari pe<strong>lempar</strong>an <strong>batu</strong> oleh seseorang yang me<strong>nyembunyi</strong>kan <strong>tangan</strong>nya (nekad, edan, tidak bertanggung jawab). Sampai saat ini, aksi pelemparan tersebut masih sering terjadi (persis kemarin malam gerbong yang saya naiki dilempari batu) dan biasanya terjadi di sepanjang jalur Depok menuju Bogor saat kereta sedang berjalan.</p>
<p style="text-align: justify">Entah apa yang memicu aksi ini, yang pasti beberapa bulan yang lalu saya menyaksikan langsung akibat dari aksi tersebut. Saat itu sore hari menjelang magrib, kereta sedang melintasi daerah Bojong Gede dan tiba-tiba penumpang dikejutkan oleh suara yang keras, batu yang membentur menembus jendela gerbong dan melukai seseorang yang duduk di jajaran tempat duduk di depan saya. Darah menetes perlahan dari belakang kepalanya, pecahan jendela berserakan di mana-mana. Beruntung lukanya tidak parah dan tidak mengalami pingsan, dan pecahan kaca tersebut tidak melukai yang lain. Seketika pula orang-orang membantu mengobati lukanya tersebut.</p>
<p style="text-align: justify">Aksi ini memang cukup meresahkan karena sampai saat ini masih terus terjadi dan pihak PT Commuter maupun pihak pengguna jasa kereta tidak dapat berbuat apa-apa.</p>
<p style="text-align: justify">Semoga Allah menyadarkan orang-orang yang me<strong>lempar batu sembunyi tangan</strong> dan semoga tidak akan terjadi lagi hal-hal seperti ini.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=26&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_26" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2010/01/22/lempar-batu-sembunyi-tangan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Musibah Pencurian &#8220;Si Merah&#8221; ku</title>
		<link>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2009/12/02/musibah-pencurian-si-merah-ku/</link>
		<comments>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2009/12/02/musibah-pencurian-si-merah-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 13:56:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggi Adriawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Musibah]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji&#8217;uun&#8230;
Hari itu Senin tanggal 30 November 2009 sekitar pukul 23.30 telah terjadi peristiwa yang mengejutkan, tindak pidana pencurian kendaraan bermotor Honda Mega Pro tahun 2008 warna Merah dengan No. Polisi F 6515 BA a. n. Anggi Muhammad Adriawan yang tidak lain adalah SAYA. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah halaman/garasi kantor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji&#8217;uun&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Hari itu Senin tanggal 30 November 2009 sekitar pukul 23.30 telah terjadi peristiwa yang mengejutkan, tindak pidana pencurian kendaraan bermotor Honda Mega Pro tahun 2008 warna Merah dengan No. Polisi F 6515 BA a. n. Anggi Muhammad Adriawan yang tidak lain adalah SAYA. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah halaman/garasi kantor Greenote, sebuah perusahaan pendistribusian CD/kaset yang beralamat di Jl. Palupuh Raya No. 22 Bantarjati Bogor.</p>
<p style="text-align: justify">Adapun kronologisnya sebagai berikut:</p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border: medium none;height: 443px" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="461">
<tbody>
<tr style="height: 43.2pt">
<td style="border: 1pt solid windowtext;padding: 0cm 5.4pt;width: 95.4pt;height: 43.2pt" width="127" valign="top">
<p style="text-align: justify">19.00</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 360pt;height: 43.2pt" width="480" valign="top">
<p style="text-align: justify">Tiba di kantor   Greenote dengan menggunakan motor pribadi Honda Megapro warna merah. Motor   diparkir di halaman/garasi terbuka tidak berlampu. <span lang="SV">Sebelumnya sudah ada 3 motor yang parkir terlebih   dahulu. Maksud kedatangan adalah untuk mengikuti rapat band bersama pihak Greenote.<br />
</span></td>
</tr>
<tr style="height: 14.15pt">
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 95.4pt;height: 14.15pt" width="127" valign="top">
<p style="text-align: justify"><span style="text-decoration: underline"><span lang="SV">+</span></span><span lang="SV">19.30 – 19.45</span></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 360pt;height: 14.15pt" width="480" valign="top">
<p style="text-align: justify"><span lang="SV">Dua teman personil band datang, bebebapa menit   kemudian menyusul 1 orang lagi. Motor Mega Pro masih ada di depan rumah.<br />
</span></td>
</tr>
<tr style="height: 14.15pt">
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 95.4pt;height: 14.15pt" width="127" valign="top">
<p style="text-align: justify"><span lang="SV">19. 50</span></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 360pt;height: 14.15pt" width="480" valign="top">
<p style="text-align: justify"><span lang="SV">Mulai Rapat Pembahasan Rencana Kegiatan Brava di   ruang rapat Greenote yang dihadiri sekitar 10 orang.<br />
</span></td>
</tr>
<tr style="height: 14.95pt">
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 95.4pt;height: 14.95pt" width="127" valign="top">
<p style="text-align: justify"><span style="text-decoration: underline"><span lang="SV">+</span></span><span lang="SV"> 21.00 – 21.30</span></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 360pt;height: 14.95pt" width="480" valign="top">
<p style="text-align: justify"><span lang="SV">Beberapa staf dari Greenote pulang lebih dulu   dan tidak menyadari motor Mega Pro sudah tidak ada di tempatnya karena mengira si pemilik tidak membawa motor hari itu.<br />
</span></td>
</tr>
<tr style="height: 14.15pt">
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 95.4pt;height: 14.15pt" width="127" valign="top">
<p style="text-align: justify"><span lang="SV">22.00</span></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 360pt;height: 14.15pt" width="480" valign="top">
<p style="text-align: justify"><span lang="SV">Salah satu staf Greenote keluar untuk membeli   nasi goreng dan juga tidak menyadari kalau telah terjadi pencurian motor.</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 14.15pt">
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 95.4pt;height: 14.15pt" width="127" valign="top">
<p style="text-align: justify"><span lang="SV">23.30</span></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 360pt;height: 14.15pt" width="480" valign="top">
<p style="text-align: justify"><span lang="SV">Rapat selesai dan bersiap untuk pulang, ketika   itu pula pemilik a.k.a saya keluar dari kantor dan melihat kenyataan bahwa   motor saya sudah tidak ada di tempat. Situasi sekitar tidak begitu ramai dan   beberapa orang yang akan melaksanakan tugas ronda, baru saja berkumpul di pos   ronda. Setelah tanya sana-sini, tidak ada saksi   yang melihat kejadian tersebut, sehingga diperkirakan motor telah hilang pada   pukul 20.00 pada saat rapat berlangsung dengan serius.</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 14.15pt">
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 95.4pt;height: 14.15pt" width="127" valign="top">
<p style="text-align: justify"><span lang="SV">23.30 – 23.45 </span></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 360pt;height: 14.15pt" width="480" valign="top">
<p style="text-align: justify"><span lang="SV">Melakukan pencarian di lokasi sekitar dan   hasilnya nihil</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 14.15pt">
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 95.4pt;height: 14.15pt" width="127" valign="top">
<p style="text-align: justify"><span lang="SV">23.45 – 01.15</span></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 360pt;height: 14.15pt" width="480" valign="top">
<p style="text-align: justify"><span lang="SV">Melapor ke kantor Polsekta Bogor Utara, dimintai   keterangan oleh polisi. Kemudian olah TKP dan membuat surat pernyataan Hilang (cukup lama karena menggunakan printer jadul).   Dan pulang ke rumah diantar teman.</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 14.15pt">
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 95.4pt;height: 14.15pt" width="127" valign="top">
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;text-align: justify"><span lang="SV">07.00 – 08.00 </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;text-align: justify"><span lang="SV">(01-12-09)</span></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt;width: 360pt;height: 14.15pt" width="480" valign="top">
<p style="text-align: justify"><span lang="SV">Membuat Berita Acara Pemeriksaan di kantor   Polsekta Bogor Utara</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify">Sampai saat ini motor tersebut belum diketemukan. Saya pribadi sudah berdoa dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Musibah ini memang memberikan hikmah tersendiri khususnya bagi saya pribadi agar saya selalu hati-hati di mana pun saya berada, waspada terhadap lingkungan sekitar dan lebih teliti menjaga barang-barang yang saya miliki, dan menyadari bahwa semua harta yang kita miliki merupakan titipan dari ALLAH SWT. Semoga ini bisa menjadi renungan buat kita semua khususnya saya pribadi dan Semoga ke depannya tidak terjadi kembali hal-hal yang seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-25" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2009/12/motor1-150x150.jpg" alt="motor1" width="134" height="134" /> <img class="alignnone size-thumbnail wp-image-24" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2009/12/motor3-150x150.jpg" alt="motor3" width="134" height="134" /> <img class="alignnone size-thumbnail wp-image-23" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2009/12/motor2-150x150.jpg" alt="motor2" width="134" height="134" /></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=22&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_22" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2009/12/02/musibah-pencurian-si-merah-ku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Keretaku Tak Berhenti Lama</title>
		<link>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2009/11/25/keretaku-tak-berhenti-lama/</link>
		<comments>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2009/11/25/keretaku-tak-berhenti-lama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 01:44:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggi Adriawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<category><![CDATA[kereta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Naik kereta api tut tut tut
Siapa hendak turut
Ke bandung&#8230; surabaya&#8230;bolehlah naik dengan percuma
Ayo kawanku lekas naik, Keretaku tak berhenti lama
Rasanya siapa pun yang pernah menjadi anak-anak Indonesia pasti pernah menyanyikan lagu ini, meskipun mereka tidak tahu siapa penciptanya (termasuk diri saya, hehehe). Masih jelas di ingatan saya ketika dahulu menyanyikan lagu ini sambil berbaris dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><strong>Naik kereta api tut tut tut<br />
Siapa hendak turut<br />
Ke bandung&#8230; surabaya&#8230;bolehlah naik dengan percuma<br />
Ayo kawanku lekas naik, Keretaku tak berhenti lama</strong></p>
<p style="text-align: justify">Rasanya siapa pun yang pernah menjadi anak-anak Indonesia pasti pernah menyanyikan lagu ini, meskipun mereka tidak tahu siapa penciptanya (termasuk diri saya, hehehe). Masih jelas di ingatan saya ketika dahulu menyanyikan lagu ini sambil berbaris dengan teman-teman, berjalan beriringan layaknya rangkaian kereta api. Senang&#8230;riang&#8230;<br />
Memang enak ya jadi anak-anak <img src='http://anggiadriawan.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify">Tapi itu mah cuma intermezzo aja. Sebenarnya sengaja saya menuliskan kembali lagu lama ini bukan karena ingin bernostalgia dengan masa kecil saya, tapi karena kondisi perkeretaapian Indonesia, terutama jalur Jabodetabek yang bisa dibilang agak memprihatinkan akhir-akhir ini.</p>
<p style="text-align: justify">Sebelumnya saya ingin menceritakan sedikit sejarah jalur Kereta Api (KA) Jakarta-Bogor ini. Pada tahun 1923, <em>Staats Spoorwegen (SS)</em> yang merupakan perusahaan kereta api pemerintah Hindia Belanda, memulai pembangunan elektrifikasi jalur KA di Indonesia. Pada saat itu rute yang dibangun adalah rute Tanjung Priuk - Meester Cornelis (Jatinegara) dan selesai pada 24 Desember 1924. Rute Batavia (Jakarta Kota) - Buitenzorg (Bogor) sendiri baru beroperasi pada tahun 1930. Kalau dihitung-hitung sudah 79 tahun besi-besi tua jalur kereta tersebut dilindas oleh roda-roda kereta api. Woow&#8230;<br />
Pada saat itu, kereta listrik ini merupakan salah satu sistem transportasi yang paling maju di Asia dan ramah lingkungan tentunya.</p>
<p style="text-align: justify">Seiring berjalannya waktu, jalur Jakarta - Bogor terus mengalami perkembangan dengan ditandai adanya penambahan armada kereta dan penambahan rute-rute baru. Jika dibandingkan tahun 90an, saat ini sistem KA Jabotabek memang sudah berkembang pesat. Jadwal-jadwal keberangkatan pun semakin padat, beroperasi dari gelap hingga gelap dengan kata lain dari subuh sampai larut malam. Perubahan tersebut saya rasakan sendiri, karena saya pribadi sudah menggunakan sarana kereta saat saya masih berada di bangku SD hingga sekarang saya sudah bekerja dan menjadi Commuter KRL Jabotabek. Dulu belum ada kereta AC, tapi sekarang kelas Ekonomi saja sudah ber-AC. Jadwal hampir setiap saat ada dari subuh hingga malam, lebih banyak pilihan pastinya. Terlebih kereta merupakan alat transportasi yang bebas kemacetan. Benarkah begitu?!</p>
<p style="text-align: justify"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-18" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2009/11/stasiun-bogor-150x150.jpg" alt="stasiun-bogor" width="121" height="121" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-20" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2009/11/a-penumpang-numpuk-150x150.jpg" alt="a-penumpang-numpuk" width="121" height="121" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-19" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2009/11/pakuan-express-150x150.jpg" alt="pakuan-express" width="120" height="120" /></p>
<p style="text-align: justify">Pada kenyataannya tidak sepenuhnya membawa kebahagiaan bagi para penggunanya, termasuk saya. Sepertinya perkembangan ini tidak ditunjang oleh manajemen yang baik. Seringkali kereta mengalami keterlambatan, kerusakan mesin (terutama kelas ekonomi), AC yang kurang dingin, kotor, dll.</p>
<p style="text-align: justify">Hal yang paling menjadi sorotan saya adalah masalah waktu. Di alam Indonesia yang mengenal istilah &#8220;jam karet&#8221;, keterlambatan 10-15 menit mungkin masih bisa ditolerir, tapi lebih dari itu rasanya sudah terlalu. Sebetulnya setiap hari memang selalu terjadi keterlambatan kecil terutama di waktu-waktu sore. Hal ini diprediksi terjadi karena terlalu padatnya jadwal keberangkatan.<br />
Ketika terjadi kerusakan yang fatal seperti saat gardu listrik UI terbakar beberapa waktu yang lalu, keterlambatan bisa memakan waktu 1 jam atau lebih bahkan bisa jadi adanya pembatalan keberangkatan, yang membuat kereta tidak lagi menjadi sarana transportasi cepat. Keterlambatan ini terjadi karena pasokan listrik untuk menjalankan kereta-kereta listrik menjadi terbatas/berkurang, sehingga kereta-kereta tersebut harus mengantri satu persatu untuk mendapat giliran jalan, hal ini masih berlangsung hingga sekarang. Seringkali penumpang pun dihadapkan pada ketidakpastian informasi keterlambatan dan perbaikan jadwal. Tidak cuma sekali aku pun terjebak dalam situasi seperti itu. Menjengkelkan memang&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify">Keterlambatan biasanya disebabkan oleh masalah teknis seperti gangguan sinyal, wesel (alat pemindah jalur), ada kereta mogok, dll. Menurut saya hal ini sebetulnya bermuara pada satu permasalahan yaitu sudah tuanya atau sudah tidak layaknya perangkat-perangkat kelistrikan yang digunakan dalam sistem transportasi kereta termasuk lokomotifnya itu sendiri, ditambah lagi dengan ketidaksigapan petugas untuk memperbaiki kerusakan.</p>
<p style="text-align: justify">Mungkin sudah saatnya PT KAI Commuter Jabodetabek yang merupakan anak perusahaan PT Kereta Api (Persero) mulai memikirkan pergantian perangkat-perangkat tersebut. <span id="more-10"></span>Dengan modal alat-alat yang bagus dan baru, sepertinya gangguan kereta mogok, gangguan sinyal, atau gangguan lainnya tidak akan terjadi lagi. Prinsip saya sih lebih baik menanam modal yang bagus dan tahan lama ketimbang harus memelihara sesuatu yang sudah tua, karena memelihara sesuatu yang sudah tua biayanya akan terus bertambah berbanding lurus dengan pertambahan waktu.</p>
<p style="text-align: justify">Mudah-mudahan ke depannya jadi lebih baik <img src='http://anggiadriawan.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify">Salam Commuter !!</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=10&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_10" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2009/11/25/keretaku-tak-berhenti-lama/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cari Angin atau Cari Mati?!</title>
		<link>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2009/11/16/cari-angin-atau-cari-mati/</link>
		<comments>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2009/11/16/cari-angin-atau-cari-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 06:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggi Adriawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[
Banyak persepsi orang mengenai arti kata &#8220;gila&#8221; atau &#8220;kegilaan&#8221;, tapi  sesuai dengan apa yang saya tulis kali ini, menurut saya kegilaan adalah perilaku seseorang yang sudah mengetahui suatu hal tersebut berbahaya, tapi tetap saja nekad melakukannya.
Kegilaan inilah yang dilakukan oleh para penunggang KRL ekonomi bogor. Apa yang mereka lakukan? Coba tebak&#8230;Mereka menumpang KRL ekonomi tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-21" src="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/files/2009/11/atap-kereta-150x150.jpg" alt="atap-kereta" width="150" height="150" /></p>
<p style="text-align: justify">Banyak persepsi orang mengenai arti kata &#8220;gila&#8221; atau &#8220;kegilaan&#8221;, tapi  sesuai dengan apa yang saya tulis kali ini, menurut saya kegilaan adalah perilaku seseorang yang sudah mengetahui suatu hal tersebut berbahaya, tapi tetap saja nekad melakukannya.</p>
<p style="text-align: justify">Kegilaan inilah yang dilakukan oleh para penunggang KRL ekonomi bogor. Apa yang mereka lakukan? Coba tebak&#8230;Mereka menumpang KRL ekonomi tersebut di tempat yang bukan semestinya, tempat yang berbahaya, beresiko tinggi, menantang maut!!!! Ya betul sekali, mereka menumpang KRL tersebut di atas atap gerbong, Gila bukan?!</p>
<p style="text-align: justify">Pernah sekali waktu saya berbincang-bincang dengan teman saya yang juga penumpang setia KRL Jabotabek. Saya cukup kaget ketika mendengar cerita darinya yang pernah menjadi penumpang &#8220;Gila&#8221; tersebut. Katanya sih &#8220;pengen cari angin, di atas lebih adem dan ga desek-desekan&#8221;. Tercetus dalam hati, &#8220;cari angin atau cari mati?!&#8221;. Tetapi semenjak dia melihat kejadian orang kesetrum tepat di sampingnya, saat itu pula teman saya memutuskan untuk tidak pernah nangkring lagi di atap KRL.</p>
<p style="text-align: justify">Saya sendiri pernah melihat dengan mata kepala sendiri seseorang kesetrum kabel yang bergelantung di atap gerbong. Saat itu saya sedang berada di stasiun Gondangdia. Persis di depan saya, ada seseorang yang mencoba naik ke atap kereta, sesampainya di atas sepertinya dia lupa menunduk sehingga kepalanya menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi. Sontak badannya kejang-kejang, kaku dan tak sadarkan diri.Teman yang berada di sampingnya memeganginya dan berteriak-teriak minta tolong (Gimana mau menolong, wong dianya ada di atas kereta). Segitu teh baru nyentuh dikit, gimana kalau megang kabelnya?!?! kata orang sih bisa sampai gosong&#8230;Mengerikan !!!!!</p>
<p style="text-align: justify">Melihat kejadian itu, hati saya miris bercampur kesal. Mengapa orang-orang masih banyak yang nekad naik di atap kereta padahal sudah tahu hal itu sangat berbahaya, beresiko jatuh dari kereta dan yang paling fatal adalah tersengat listrik. Pihak PT. KAI sendiri sudah memberikan peringatan secara lisan, menempatkan tulisan besar-besar di atas gerbong &#8220;Bahaya!!! Bukan Tempat Penumpang, Listrik Bertegangan 1500 Volt&#8221;, dan menempatkan petugas penjaga peron.</p>
<p style="text-align: justify">Memang sulit menyadarkan orang lain, saya sendiri belum mampu untuk mencegah atau paling tidak mengingatkan orang-orang &#8220;Gila&#8221; itu untuk tidak naik di atap KRL karena masih ada perasaan takut, takut dimaki-maki, takut disemprot, dll. Saya cuma bisa berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang, semoga semakin banyak orang yang sadar akan keselamatan jiwanya dan peduli terhadap lingkungannya.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://anggiadriawan.dagdigdug.com/?p=17&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_17" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggiadriawan.dagdigdug.com/2009/11/16/cari-angin-atau-cari-mati/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
